Senin, 27 Mei 2013

MAKALAH
MOTOR DIESEL
(Pembongkaran Dan Pemeriksaan)
(Timing Belt Engine Mitsubisi L.300 Diesel)

http://magister-cio.ft.unp.ac.id/wp-content/uploads/2011/05/UNP1.gif



Oleh :
Nama      : Arrijal Rasyid.S
Nim/Bp   :  1106956/ 2011





PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2011

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG

Pada awalnya kendaraan menggunakan rantai timing sebagai penggerak noken as mereka.Memang umur rantai timing jauh lebih lama daripada timing belt yang hanya berumur 40.000 -60.000Km. Tetapi kelemahan rantai timing adalah bunyinya yang cenderung kasar dan butuh perawatan yang cukup repot seperti melumasi rantai timing setiap 30.000km.Belum lagi mobil yang menggunakan rantai timing biasanya berbahaya untuk dipakai untuk kecepatan tinggi.

Charles Gates dan John Gates adalah pencetus ide pertama kali untuk menggunakan timing belt dari bahan rubber sebagai pengganti rantai timing mobil.Dua bersaudara ini memang salah satu penemu untuk fanbelt mobil dan mereka mengembangkan bahan dari fanbelt untuk dijadikan timing belt.Dan hingga saat ini Gates company masih merupakan pemasok tunggal untuk timing belt original beberapa perusahaan otomotif dunia seperti Toyota, Ford, BMW, Mercy,  Hyundai, KIA dan masih banyak lagi.

Pada awalnya Gates company ini lebih mendominasi pasar eropa dan amerika untuk masalah fanbelt dan timing belt.Sedangkan di pasar Asia timing belt dan fanbelt dominan dipegang  oleh Nitta ( Japan Product ) yang mulai beroperasional dari tahun 1946.Ketika Gates ingin berinvansi ke pasar asia, Gates  pun seperti terhadang  tembok besar dari Nitta Japan.Orang Asia di jaman itu lebih mencintai dan memakai produk dari sesama bangsa  asia daripada eropa.Tetapi pada  tahun 1968, Gates pun membeli saham Nitta sebesar 51% dan itu membuat Gates menjadi pemilik pasar asia pula dan Nitta pun diakuisisi menjadi Gates Unitta.

Oleh karena itu pabrikan mobil Japan biasa, timing belt originalnya pun memiliki logo unitta sedangkan pabrik mobil eropa dengan brand Gates.Keduanya adalah sama-sama buatan Gates Companny untuk timing belt
Timing belt terbuat dari karet tahan panas dengan inti yang kuat dan tidak elastis. Gigi-giginya dilapisi dengan kanvas tahan gesekan. Kekerasan timing belt disetel dengan timing belt idler no.1, dan kekerasan awalnya ditentukan oleh kekuatan tension spring

Untuk sebagian besar, rantai timing jarang harus diganti dan properti mereka memungkinkan untuk varians waktu minimal bahkan pada kecepatan mesin tinggi. Tapi rantai dapat jauh ribut bila dibandingkan dengan timing belt. Timing belt di sisi lain lebih tenang tetapi cenderung fleksibel dan membutuhkan perhatian sedikit lebih dari rantai lakukan. Timing belt yang paling harus diganti di suatu tempat di kisaran 60.000 mil. Hal ini terutama penting ketika berhadapan dengan gangguan mesin di mana kedua piston dan katup menempati ruang yang sama pada waktu yang berbeda. Snap ikat pinggang, atau bahkan menyelipkan beberapa gigi dan Anda bisa mengucapkan selamat tinggal kepada mesin jika tidak sempurna berjalan. Adjustable waktu Vibrant Kinerja ini tensioner sabuk mendapat menyingkirkan tutup cara yang mudah.

Meskipun tidak perlu mengganti timing belt tensioner ketika menginstal Vibrant itu, sekarang tentulah suatu waktu yang baik. Ketegangan ditambahkan pada ikat pinggang dapat menyebabkan keausan dini pada sabuk yang terlihat hari yang lebih baik. Sangat penting untuk disebutkan di sini bahwa tensioner disesuaikan Vibrant itu hanya menambah waktu asli Honda belt tensioner, ia tidak menggantikannya.
Mesin timing belt dilengkapi memanfaatkan baik tensioner hidrolik penuh, piston-jenis atau tensioner bantalan jenis geser. Sangat penting bahwa tensioner OEM-dikeluarkan adalah dalam rangka kerja yang baik dan terpasang dengan baik untuk bagian Vibrant untuk bekerja dengan benar. Ketika tensioning sebuah timing belt tensioner menggunakan OEM-disediakan, Anda perlu mengikuti layanan manual dengan hati-hati





I.2.TUJUAN

1.      Mahasiswa mengetahui cara kerja timing belt mobil diesel
2.      Mahasiswa mampu mengganti timing belt
3.      Mahasiswa dapat mengetahui komponen dari timing belt
4.      Mahasiswa dapat melakukan pelepasan dan pemasangn timing belt
5.      Mahasiswa dapat melakukan penyetelan timing belt


I.3.KESELAMATAN KERJA

1.      Memakai pakaian praktek
2.      Meletakan alat sesuai letaknya
3.      pastikan air radiator dalam keadaan  dingin saat mengeluarkan dari radiator
4.      tepatkan semua tanda pada sprocket dengan semua tanda ynag ada pada mesin saat sebelum melakukan pembongkaran
5.      Perhatikan posisi dari timing belt saat pembongkaran dan pemasangan jangan sampai terbalik















BAB II
LANDASAN TIORI

II.1. PENGERTIAN TIMING BELT

http://dev.mastertechnicians.net/wp-content/uploads/2012/09/timing-belt.jpg

Dilihat dari segi materialnya timing belt berbeda dengan timing chain, kalau timing belt terbuat dari bahan sabuk nylon sementara kalau timing chain berbentuk rantai sebagai tali penghubung. Keduanya baik timing belt maupun timing chain memutar kruk as dan kem. Agar yakin belt yang dipergunakan pada mobil kita apakah menggunakan timing belt atau timing chain sebaiknya ditanyakan pada bengkel.

Perbedaan antara timing belt dengan timing chain, timing belt memiliki kelebihan diantaranya adalah lebih ringan, tidak berisik, lebih fleksibel, dapat digunakan pada mesin RPM tinggi dan tidak memerlukan pelumasan.Kelemahannya adalah kurang kuat, masa penggantian lebih cepat dan mudah terpengaruh mesin.

Apabila mobil anda menggunakan timing belt, maka sebaiknya waspada dan secara rutin menggantinya, karena apabila kita lupa menggantinya dalam periode tertentu seringkali timing belt terputus padahal mesin dalam keadaan bekerja. Lama pakai timing belt biasanya berkisar antara 50.000 sampai 100,000 km. Disarankan

penggantian timing belt lebih awal dari waktu yang tertera apalagi kalau sering melewati jalur macet, karena kilometer tidak bergerak sementara mesin tetap bekerja

http://bbs.ph.88db.com/isuzu/images/stat12.jpg


Dalam aplikasi mesin pembakaran internal, timing belt / rantai menghubungkan crankshaft ke camshaft (s), yang pada gilirannya mengendalikan pembukaan dan penutupan katup mesin. Sebuah mesin empat-stroke mensyaratkan bahwa katup membuka dan menutup sekali setiap revolusi lain dari crankshaft. Timing belt / rantai melakukan hal ini. Ia memiliki gigi untuk menghidupkan camshaft (s) disinkronkan dengan poros engkol, dan dirancang khusus untuk mesin tertentu. Dalam beberapa desain mesin, timing belt dapat juga digunakan untuk menggerakkan komponen mesin lainnya sepertipompaairdanpompaminyak.
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ2mGXzkcb-eZCifA2oIRBpye7YCusse_3qXQrcHq_uZBFjzW8NOQ

Gear atau rantai sistem juga digunakan untuk menghubungkan crankshaft ke camshaft pada waktu yang tepat. Namun, gigi dan poros membatasi lokasi relatif dari crankshaft dan camshaft. Bahkan dimana crankshaft dan camshaft (s) sangat berdekatan, seperti dalam mesin pushrod, desainer mesin yang paling menggunakan rantai drive pendek daripada drive gigi langsung. Hal ini karena drive gear menderita kekalahan torsi sering sebagai profil cam "kick back" terhadap kendaraan dari engkol, menyebabkan kebisingan yang berlebihan dan keausan. Serat gigi, dengan ketahanan yang lebih, lebih disukai untuk baja gigi dimana drive langsung harus digunakan. Sebuah sabuk atau rantai memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam lokasi relatif dari crankshaft dan camshaft

http://kereta.info/wp-content/uploads/2010/02/Timing-Belt-Old-type.-400x333.jpg

Sementara rantai dan gear mungkin lebih tahan lama, karet sabuk komposit lebih tenang dalam operasi mereka (di sebagian besar mesin modern perbedaan kebisingan diabaikan), yang lebih murah dan lebih efisien, berkat menjadi ringan, bila dibandingkan dengan sistem gear atau rantai . Juga, sabuk timing tidak memerlukan pelumas, yang penting dengan rantai timing atau gigi. Sebuah timing belt adalah aplikasi spesifik sabuk sinkron digunakanuntukmengirimkandayarotasiserempak

http://mustazamaa.files.wordpress.com/2009/10/timingbelt.jpg

Timing belt biasanya ditutupi oleh timing belt logam atau polimer meliputi yang memerlukan penghapusan untuk inspeksi atau penggantian. Engine produsen merekomendasikan penggantian pada interval tertentu. [2] produsen juga dapat merekomendasikan penggantian bagian lain, seperti pompa air, ketika timing belt diganti karena biaya tambahan untuk mengganti pompa air dapat diabaikan dibandingkan dengan biaya mengakses timing belt. Dalam sebuah mesin interferensi, atau salah satu katup yang memperpanjang ke jalur piston, kegagalan timing belt (atau rantai timing) selalu menghasilkan mahal dan, dalam beberapa kasus, kerusakan mesin dapat diperbaiki, karena beberapa katup akan diadakan terbuka ketika mereka tidak boleh dan dengan demikianakandipukulolehpiston.

Timing Belt adalah salah satu komponen yang berperan besar dalam menentukan kerja mesin, bekerja dengan cara memutar camshaft yang mengatur kapan saatnya katup membuka dan menutup agar selaras dengan naik. Jika timing belt putus saat tengah kita kendarai diperjalanan, sudah pasti mobil mogok dan tidak bisa kita gunakan untuk melanjutkan perjalanan. Kejadian tersebut bisa dibilang bahwa komponen inilah turunnya piston, dan membuat mesin harus di-overhaul akibat kerusakan-kerusakan pada katup (bengkok atau patah) akibat tertabrak piston.

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTfxe1zhl3qbVkXCVOXfsNT749BG_zMq7fDuAQaPxSCM7CBb2p-

Timing belt putus, bisa dibilang kerusakan timing belt dipengaruhi oleh faktor usia dan disebabkan terjadinya kesalahan saat pemasangan. Pemasangan yang terlalu keras atau kendor, mempengaruhi daya tahan timing belt saat menjalankan tugasnya.

Langkah-langkah khusus memperhatikan timing belt

1.Percayakan penggantian rutin timing belt pada bengkel resmi, dengan mobil-mobil bahan bakar bensin.
2.Penggantian bisa dilakukan setiap 40.000 hingga 60.000 km.
3.Kalau pada mobil bahan bakar solar bisa dilakukan setiap 100.000 km.
4.Jika mobil sering mengalami kemacetan dan membawa beban berat, sebaiknya timing belt diganti lebih cepat dari angka-angka km yang disebutkan.
5.Perhatian yang sangat penting terhadap timing belt, kita dapat lakukan

dengan memeriksa ada tidaknya kebocoran oli mesin pada seal oli yang terletak di crankshaft atau camshatf. Jika oli bocor dan mengenai timing belt, komponen tersebut akan cepat getas sehingga cepat putus.

http://i1209.photobucket.com/albums/cc394/sumberberkat/timingbelt.jpg

            II.2.FUNGSI TIMING BELT

Fungsi utama timing belt adalah untuk mengerakkan katup dengan cara memutar Camshaft. Fungsi tambahan timing belt adalah menggerakkan oil pump, menggerakkan water pump, dan menggerakkan fuel pump.
Untuk menjaga kualitas timing belt, maka dalam penyimpanannya harus dihindari : Suhu yang tinggi (lebih dari 40o C), terkena langsung sinar matahari, kelembaban yang tinggi (lebih dari 90%), ditumpuk lebih dari standar, terjepit, tertekuk benda lain, terkontaminasi bahan kimia, oli, air dan lain-lain.
Yang patut dihindari adalah memuntir, melipat, dan membuat gulungan kecil, karena hal di atas berakibat pada cacat awal seperti retak, sobek dan membuat kerusakan cord yang tidak terlihat
Mencegah kerusakan mobil dari timing belt :
·         Ganti timing belt  secara berkala sesuai rekomendasi, atau sekitar 40-50 ribu km.
·         Percepat penggantian timing belt  bila mobil sering melewati jalan macet.
·         Percepat penggantian timing belt bila mobil sering terendam banjir.

Akibat Timing Belt Putus

Sekarang mari kita bayangkan jika timing belt pada mesin putus di saat mesin sedang bekerja, karena pembakaran bekerja dengan cepat, proses buka tutup klep pun berjalan sangat cepat, jadi kemungkinan besar saat timing belt putus kondisi klep sedang terbuka (menjorok masuk ke dalam ruang pembakaran).Akibatnya, piston pembakaran akan menabrak klep yang sedang terbuka tersebut. Akibatnya jelas sangat fatal, klep dan kepala piston yang beradu tersebut akan hancur.
jika hal ini sampai terjadi (timing belt putus), maka mobil akan mati total. Kalaupun mesin dipaksa untuk dihidupkan, maka akan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah pada piston dan klep.Untuk memperbaikinya mesin harus dibongkar (turun mesin) piston dan klep kemungkinan besar harus diganti, dan jelas bukan masalah kecil karena posisi mereka ada didalam silinder pembakaran.Harganya-pun relatif mahal untuk turun mesin.

            Timing belt mempunyai umur pakai selama 40.000 - 60.000 km.Timing belt sendiri letaknya tertutup sehingga tidak dapat dilihat kasat mata dan tidak memiliki ciri-ciri apakah sudah dalam kondisi perlu penggantian part atau belum.Dan yang perlu diingat, Timing Belt itu tidak sama dengan Fan Belt (tali kipas) yang dapat dilihat dengan mudah oleh mata  kita.Timing belt hanya menggandalkan record / catatan yang biasa ditulis tangan dan ditempel di cylinder head.


http://image.cpsimg.com/sites/carparts/assets/carcare/images/timingbelt.jpg


            II.3. KONSTUKSI TIMING BELT
http://im1.tokobagus.biz/l/18/60/18710601_2500025_514990923feef.jpg
Rubber Compound
Backing – Kekuatas backing mengikat tensile cord menghasilkan timing belt yang rigid dan melindungi tensile cord dari kerusakan awal (retak, sobek, tercemar oli/air/udara). Backing juga menghasilkan ketahanan aus yang baik pada saat timing belt bergesekan dengan idler.
Teeth – gigi timing belt dicetak menyatu dengan backing menghasilkan ketahanan terhadap gaya geser. Dibentuk sesuai standar gigi dengan akurasi tinggi sehingga gigi timing belt duduk dengan baik di pulley.
Tensile Cord – Menghasilkan kekuatan tarik yang tinggi dan fleksibel dan tahan terhadap kejutan.
Facing – Lapisan dengan koefisien gesek yang kecil, melindungi permukaan Gigi timing belt terhadap gesekan dan keausan
            III.3. JENIS JENIS BELTING

            Belting (talisawat) bukan sahaja digunakan pada sistem penyejukan dan pengecasan tetapi digunakanjuga untuk sistem enjin, sistem penyaman udara dan juga sistem steering kuasa.

Fungsi & Struktur Binaan Belting
a)   Belting digunakan dalam sistem enjin, air-cond system, charging system, cooling system dan system power steering.
b)   Belting berfungsi menerima geseran yang tinggi daripada pemindahan kuasa putaran  Crank shaft pully kepada pully-pully lain yang bersambung dengannya tanpa tergelincir atau terseret.
c)   Ia mestilah boleh melentur mengikut lenggokan pully dan tahan kepada suhu kepanasan yang tinggi.
d)  Bahan asasnya terdiri daripada lembaran benang atau dawai yang digunakan sebagai menambahkan ketahanan belting.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkpli1EfERiEiumj2gImEBDCGcSwywnEpRmcorjKEyU-AnMJiWBi5mqtNR_Y3nFudIto9pYcfixrFZHLusS1O9KNYzYxZUHH5JVqp7aUMZbVVCVN8K11jA4omm8SMlRbcyF1ypMcMz5Sk/s320/belt.gif

Jenis-jenis Belting

1) Conversional V-Belt (alur V-tunggal).
     Biasanya digunakan untuk memusingkan pam air dan penjana arus.Saiz belting diukur pada lilitan X lebar:contohnya 900 x 9.5 .Lebar maksima untuk pacuan alatan di atas ialah 11mm. Belting selebar 13 mm digunakan untuk memacu pemampat penyaman udara atau pam steering kuasa. 
          Apabila komponen-komponen berjauhan atau sempit dari crank shaft pulley maka belting yang panjang diperlukan untuk menghubungkannya.Dengan ini tensioner/pemegang adalah diperlukan juga untuk mengelak libasan belting bagi menentukan pemindahan putaran yang positif.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnVjvQA1GHuxNx3umS12YoTio8uh3Wm_aBcec0sR71Je7-OWq1YgkDfbtWcaeaPvcnDPfcyr-8oejmhKvXBxrLQ40Rhv24c2jAqzQkMaHQnJE9bnrVLAUWvjwSdMwPvrfzDmdNqQBLhdA/s1600/vbelt.gif

2) Cogged V-Belt (Alur ‘V’ berbilang) dan Multi ribbed. 
        Alur ‘V’ berbilang menggantikan penggunaan alur V tunggal dengan tujuan untuk mendapatkan geseran yang tinggi supaya pemindahan pacuan dapat dioptimumkan. Ia adalah belting yang lebar, nipis dan berbilang alur yang bertindak sebagai beberapa V yang kecil.
        Saiz belting ini diukur pada lilitan dan bilangan alur V.Lapisan belakang belting dimajukan untuk digunakan sebagai landasan ketegangan apabila tensioner/pemegang dikenakan terhadapnya.

3) Corrugated belt.
     Corrugated belt adalah timing belt digunakan untuk memindahkan kuasa pusingan crankshaft
       Saiz lilitan dan lebar ditentukan oleh pihak pembuat dan biasanya di tukr pada jarak 60000km hingga 100000km.




BAB III
LANGKAH KERJA

            III.1. ALAT DAN BAHAN

1.      1 set engine stand diesel.
2.      tool sheet
3.      kunci nipple 17
4.      Trecker 3

            III.2. LANGKAH PEMBONGKARAN

http://gerlin12.files.wordpress.com/2011/01/untitled-1-copy.jpg


Ø  buang air radiator
Ø  Lepaskan radiator dari stand
Ø  buka cover bagian atas timing belt
Ø  putar pully engkol tepatkan tanda pada pully engkol, roda gigi poros nok dan roda gigi pompa injeksi
Ø  lepaskan pully engkol dengan tracker.
Ø  lepaskan cover bagian bawah timing belt
Ø  kendorkan tensioner penegang timing belt
Ø  lepaskan timing belt


https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVZyEZkQwWDbHBhtf94KnOyVoPYwGQOFNPbhKSmWBi3rMw9X6a3Q

III.3. LANGKAH PEMERIKSAAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia7BYFOxLZ8tybx1HOHEHv6u-a2hLt4t_3wedZzz09MlFJi3blwd2yebtOm3sgVDoAWt30LYjyqd35IdMHDcaQ-5JLKuFXI66Ks8BUsqURtPrRaj_DR2og2rdJRos-ns0A3unvikpaxps/s1600/24.jpg 
http://gerlin12.files.wordpress.com/2011/01/untitled-2-copy.jpg
Ø  Bersihkan semua komponen dengan kain kering, jangan gunakan minyak atau air sabun
Ø  bersihkan juga semua komponen dari oli
Ø  periksa keadaan dari timing belt, permukaan retak atau terjadi keausan pada ragi timing belt
Ø  periksa keadaan tensioner timing belt. Keausan bearingnya( bila terjadi keausan pada bearingnya lakukan penggantian)

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQYDY0uV7s5OcyDit64FYv3t1KsL5FDzEecLTX2NhepmilVpeT8




III.4. LANGKAH PEMASANGAN

Ø  pasang crank shaft sprocket pada crank shaft
Ø  pasang crank shaf sprocker dan kencangkan flange bolt dengan momen  pengencangan sesuai spesifikasi.
Ø  pasangkan injection pump sprocket dan kencangkan nut
Ø  pasang flange pada injectin pump sprocket
Ø  pasang tensioner, tensioner spring dan tensioner spacer. Geser tensioner  water pump  dan tahan pada posisinya
Ø  luruskan setiap tanda pada ketiga buah sprocket
Ø  terlebih dahulu masukkan timing belt pada crankshaft sprocket, lalu injectin pump sprocket cenderung untuk berputar. Oleh karena itu masukkan belt,tahan sprocket tidak berputar
Ø  bila menggunakan belt lama, cocokkan tanda panah yang terbuat pada saat  melepaskan sesuai arah putaran
Ø  setel tegangan belt
Ø  pasang timing belt cover
Ø  pasang crankshaft pully, washer dengan b

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSL4QEk8rGpPofklwf5A_oNCc2Uw6-hnBLWKAMZjgzafnQo1_uJ7Q

graphic graphic http://c.fixya.net/fixya20/uploads/Images/EB770F2.gif



http://ww2.justanswer.com/uploads/tsmodie/2011-03-07_173337_78566964.gif







BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari praktek yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya yaitu:
1.      Timing belt berfungsi menggerakakan roda gigi  dan roda gigi pompa injeksi
2.      Apabila timing belt longgar akan mengakibatkan loncatan pada gigi yang mengakibatkan mesin mati total.
Timing belt memiliki berbagai macam tipe dan jenis, sesuai dengan kebutuhan kendaraan tersebut.