MAKALAH
MOTOR DIESEL
(Pembongkaran Dan Pemeriksaan)
(Timing Belt Engine Mitsubisi L.300 Diesel)

Oleh :
Nama : Arrijal Rasyid.S
Nim/Bp : 1106956/ 2011
PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2011
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
I.1. LATAR BELAKANG
Pada awalnya kendaraan menggunakan rantai timing sebagai
penggerak noken as mereka.Memang umur rantai timing jauh lebih lama daripada
timing belt yang hanya berumur 40.000 -60.000Km. Tetapi kelemahan rantai timing
adalah bunyinya yang cenderung kasar dan butuh perawatan yang cukup repot
seperti melumasi rantai timing setiap 30.000km.Belum lagi mobil yang
menggunakan rantai timing biasanya berbahaya untuk dipakai untuk kecepatan
tinggi.
Charles Gates dan John Gates adalah pencetus ide pertama kali
untuk menggunakan timing belt dari bahan rubber sebagai pengganti rantai timing
mobil.Dua bersaudara ini memang salah satu penemu untuk fanbelt mobil dan
mereka mengembangkan bahan dari fanbelt untuk dijadikan timing belt.Dan hingga
saat ini Gates company masih merupakan pemasok tunggal untuk timing belt
original beberapa perusahaan otomotif dunia seperti Toyota, Ford, BMW,
Mercy, Hyundai, KIA dan masih banyak lagi.
Pada awalnya Gates company ini lebih mendominasi pasar eropa
dan amerika untuk masalah fanbelt dan timing belt.Sedangkan di pasar Asia
timing belt dan fanbelt dominan dipegang oleh Nitta ( Japan Product )
yang mulai beroperasional dari tahun 1946.Ketika Gates ingin berinvansi ke
pasar asia, Gates pun seperti terhadang tembok besar dari Nitta
Japan.Orang Asia di jaman itu lebih mencintai dan memakai produk dari sesama
bangsa asia daripada eropa.Tetapi pada tahun 1968, Gates pun
membeli saham Nitta sebesar 51% dan itu membuat Gates menjadi pemilik pasar
asia pula dan Nitta pun diakuisisi menjadi Gates Unitta.
Oleh karena itu pabrikan mobil Japan biasa, timing belt
originalnya pun memiliki logo unitta sedangkan pabrik mobil eropa dengan brand
Gates.Keduanya adalah sama-sama buatan Gates Companny untuk timing belt
Timing belt terbuat
dari karet tahan panas dengan inti yang kuat dan tidak elastis. Gigi-giginya
dilapisi dengan kanvas tahan gesekan. Kekerasan timing belt disetel dengan
timing belt idler no.1, dan kekerasan awalnya ditentukan oleh kekuatan tension
spring
Untuk sebagian besar, rantai timing jarang harus diganti dan
properti mereka memungkinkan untuk varians waktu minimal bahkan pada kecepatan
mesin tinggi. Tapi rantai dapat jauh ribut bila dibandingkan dengan timing
belt. Timing belt di sisi lain lebih tenang tetapi cenderung fleksibel dan
membutuhkan perhatian sedikit lebih dari rantai lakukan. Timing belt yang
paling harus diganti di suatu tempat di kisaran 60.000 mil. Hal ini terutama
penting ketika berhadapan dengan gangguan mesin di mana kedua piston dan katup
menempati ruang yang sama pada waktu yang berbeda. Snap ikat pinggang, atau
bahkan menyelipkan beberapa gigi dan Anda bisa mengucapkan selamat tinggal
kepada mesin jika tidak sempurna berjalan. Adjustable waktu Vibrant Kinerja ini
tensioner sabuk mendapat menyingkirkan tutup cara yang mudah.
Meskipun tidak perlu mengganti timing belt tensioner ketika
menginstal Vibrant itu, sekarang tentulah suatu waktu yang baik. Ketegangan
ditambahkan pada ikat pinggang dapat menyebabkan keausan dini pada sabuk yang
terlihat hari yang lebih baik. Sangat penting untuk disebutkan di sini bahwa
tensioner disesuaikan Vibrant itu hanya menambah waktu asli Honda belt
tensioner, ia tidak menggantikannya.
Mesin timing belt dilengkapi memanfaatkan baik tensioner
hidrolik penuh, piston-jenis atau tensioner bantalan jenis geser. Sangat
penting bahwa tensioner OEM-dikeluarkan adalah dalam rangka kerja yang baik dan
terpasang dengan baik untuk bagian Vibrant untuk bekerja dengan benar. Ketika
tensioning sebuah timing belt tensioner menggunakan OEM-disediakan, Anda perlu
mengikuti layanan manual dengan hati-hati
I.2.TUJUAN
1.
Mahasiswa mengetahui cara kerja timing belt mobil
diesel
2.
Mahasiswa mampu mengganti timing belt
3.
Mahasiswa dapat mengetahui komponen dari timing belt
4.
Mahasiswa dapat melakukan pelepasan dan pemasangn
timing belt
5.
Mahasiswa dapat melakukan penyetelan timing belt
I.3.KESELAMATAN KERJA
1.
Memakai pakaian praktek
2.
Meletakan alat sesuai letaknya
3.
pastikan air radiator dalam keadaan dingin saat mengeluarkan dari radiator
4.
tepatkan semua tanda pada sprocket dengan semua tanda
ynag ada pada mesin saat sebelum melakukan pembongkaran
5.
Perhatikan posisi dari timing belt saat pembongkaran
dan pemasangan jangan sampai terbalik
BAB II
LANDASAN TIORI
II.1. PENGERTIAN TIMING BELT

Dilihat dari segi materialnya timing belt berbeda dengan
timing chain, kalau timing belt terbuat dari bahan sabuk nylon sementara
kalau timing chain berbentuk rantai sebagai tali penghubung. Keduanya baik
timing belt maupun timing chain memutar
kruk as dan kem. Agar yakin belt yang dipergunakan pada mobil kita
apakah menggunakan timing belt atau timing chain sebaiknya ditanyakan pada
bengkel.
Perbedaan antara timing belt dengan timing chain, timing belt
memiliki kelebihan diantaranya adalah lebih ringan, tidak berisik, lebih
fleksibel, dapat digunakan pada mesin RPM tinggi dan tidak memerlukan
pelumasan.Kelemahannya adalah kurang kuat, masa penggantian lebih cepat dan
mudah terpengaruh mesin.
Apabila mobil anda menggunakan timing belt, maka sebaiknya
waspada dan secara rutin menggantinya, karena apabila kita lupa menggantinya
dalam periode tertentu seringkali timing belt terputus padahal mesin dalam
keadaan bekerja. Lama pakai timing belt biasanya berkisar antara 50.000 sampai
100,000 km. Disarankan
penggantian timing belt lebih awal dari waktu yang tertera
apalagi kalau sering melewati jalur macet, karena kilometer tidak bergerak
sementara mesin tetap bekerja

Dalam
aplikasi mesin pembakaran internal, timing belt / rantai menghubungkan
crankshaft ke camshaft (s), yang pada gilirannya mengendalikan pembukaan dan
penutupan katup mesin. Sebuah mesin empat-stroke mensyaratkan bahwa katup
membuka dan menutup sekali setiap revolusi lain dari crankshaft. Timing belt /
rantai melakukan hal ini. Ia memiliki gigi untuk menghidupkan camshaft (s)
disinkronkan dengan poros engkol, dan dirancang khusus untuk mesin tertentu.
Dalam beberapa desain mesin, timing belt dapat juga digunakan untuk menggerakkan
komponen mesin lainnya sepertipompaairdanpompaminyak.

Gear atau
rantai sistem juga digunakan untuk menghubungkan crankshaft ke camshaft pada
waktu yang tepat. Namun, gigi dan poros membatasi lokasi relatif dari
crankshaft dan camshaft. Bahkan dimana crankshaft dan camshaft (s) sangat
berdekatan, seperti dalam mesin pushrod, desainer mesin yang paling menggunakan
rantai drive pendek daripada drive gigi langsung. Hal ini karena drive gear
menderita kekalahan torsi sering sebagai profil cam "kick back"
terhadap kendaraan dari engkol, menyebabkan kebisingan yang berlebihan dan
keausan. Serat gigi, dengan ketahanan yang lebih, lebih disukai untuk
baja gigi dimana drive langsung harus digunakan. Sebuah
sabuk atau rantai memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam lokasi relatif
dari crankshaft dan camshaft

Sementara
rantai dan gear mungkin lebih tahan lama, karet sabuk komposit lebih tenang
dalam operasi mereka (di sebagian besar mesin modern perbedaan kebisingan
diabaikan), yang lebih murah dan lebih efisien, berkat menjadi ringan, bila
dibandingkan dengan sistem gear atau rantai . Juga, sabuk timing tidak memerlukan pelumas, yang penting dengan rantai
timing atau gigi. Sebuah timing belt adalah aplikasi spesifik sabuk sinkron
digunakanuntukmengirimkandayarotasiserempak

Timing
belt biasanya ditutupi oleh timing belt logam atau polimer meliputi yang
memerlukan penghapusan untuk inspeksi atau penggantian. Engine produsen
merekomendasikan penggantian pada interval tertentu. [2] produsen juga dapat merekomendasikan
penggantian bagian lain, seperti pompa air, ketika timing belt diganti karena
biaya tambahan untuk mengganti pompa air dapat diabaikan dibandingkan dengan
biaya mengakses timing belt. Dalam sebuah
mesin interferensi, atau salah satu katup yang memperpanjang ke jalur piston,
kegagalan timing belt (atau rantai timing) selalu menghasilkan mahal dan, dalam
beberapa kasus, kerusakan mesin dapat diperbaiki, karena beberapa katup akan
diadakan terbuka ketika mereka tidak boleh dan dengan demikianakandipukulolehpiston.
Timing Belt adalah salah satu komponen yang berperan besar
dalam menentukan kerja mesin, bekerja dengan cara memutar camshaft yang
mengatur kapan saatnya katup membuka dan menutup agar selaras dengan naik. Jika
timing belt putus saat tengah kita kendarai diperjalanan, sudah pasti mobil
mogok dan tidak bisa kita gunakan untuk melanjutkan perjalanan. Kejadian
tersebut bisa dibilang bahwa komponen inilah turunnya piston, dan membuat mesin
harus di-overhaul akibat kerusakan-kerusakan pada katup (bengkok atau patah)
akibat tertabrak piston.

Timing belt putus, bisa dibilang kerusakan timing belt
dipengaruhi oleh faktor usia dan disebabkan terjadinya kesalahan saat
pemasangan. Pemasangan yang terlalu keras atau kendor, mempengaruhi daya tahan
timing belt saat menjalankan tugasnya.
Langkah-langkah khusus memperhatikan timing belt
1.Percayakan penggantian rutin timing
belt pada bengkel resmi, dengan mobil-mobil bahan bakar bensin.
2.Penggantian bisa dilakukan setiap 40.000 hingga 60.000 km.
3.Kalau pada mobil bahan bakar solar bisa dilakukan setiap
100.000 km.
4.Jika mobil sering mengalami
kemacetan dan membawa beban berat, sebaiknya timing belt diganti lebih cepat
dari angka-angka km yang disebutkan.
5.Perhatian yang sangat penting terhadap timing belt, kita
dapat lakukan
dengan memeriksa ada tidaknya kebocoran oli mesin pada seal
oli yang terletak di crankshaft atau camshatf. Jika oli bocor dan mengenai
timing belt, komponen tersebut akan cepat getas sehingga cepat putus.

II.2.FUNGSI
TIMING BELT
Fungsi utama timing belt adalah untuk mengerakkan katup
dengan cara memutar Camshaft. Fungsi tambahan timing belt adalah menggerakkan
oil pump, menggerakkan water pump, dan menggerakkan fuel pump.
Untuk menjaga kualitas timing belt, maka dalam penyimpanannya harus
dihindari : Suhu yang tinggi (lebih dari 40o C), terkena langsung sinar
matahari, kelembaban yang tinggi (lebih dari 90%), ditumpuk lebih dari standar,
terjepit, tertekuk benda lain, terkontaminasi bahan kimia, oli, air dan lain-lain.
Yang patut dihindari adalah memuntir, melipat, dan membuat gulungan
kecil, karena hal di atas berakibat pada cacat awal seperti retak, sobek dan
membuat kerusakan cord yang tidak terlihat
Mencegah kerusakan mobil dari timing belt :
·
Ganti timing belt secara berkala sesuai
rekomendasi, atau sekitar 40-50 ribu km.
·
Percepat penggantian timing belt bila
mobil sering melewati jalan macet.
·
Percepat penggantian timing belt bila mobil
sering terendam banjir.
Akibat Timing Belt Putus
Sekarang mari kita bayangkan jika timing belt pada mesin putus di saat
mesin sedang bekerja, karena pembakaran bekerja dengan cepat, proses buka tutup
klep pun berjalan sangat cepat, jadi kemungkinan besar saat timing belt putus
kondisi klep sedang terbuka (menjorok masuk ke dalam ruang
pembakaran).Akibatnya, piston pembakaran akan menabrak klep yang sedang terbuka
tersebut. Akibatnya jelas sangat fatal, klep dan kepala piston yang beradu
tersebut akan hancur.
jika hal ini sampai terjadi
(timing belt putus), maka mobil akan mati total. Kalaupun mesin dipaksa untuk
dihidupkan, maka akan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah pada piston dan
klep.Untuk memperbaikinya mesin harus dibongkar (turun mesin) piston dan
klep kemungkinan besar harus diganti, dan jelas bukan masalah kecil karena
posisi mereka ada didalam silinder pembakaran.Harganya-pun relatif mahal untuk
turun mesin.
Timing belt mempunyai umur pakai selama 40.000 - 60.000 km.Timing belt sendiri letaknya tertutup sehingga tidak dapat dilihat kasat mata dan tidak memiliki ciri-ciri apakah sudah dalam kondisi perlu penggantian part atau belum.Dan yang perlu diingat, Timing Belt itu tidak sama dengan Fan Belt (tali kipas) yang dapat dilihat dengan mudah oleh mata kita.Timing belt hanya menggandalkan record / catatan yang biasa ditulis tangan dan ditempel di cylinder head.

II.3. KONSTUKSI TIMING BELT

Rubber
Compound
Backing – Kekuatas backing mengikat tensile cord
menghasilkan timing belt yang rigid dan melindungi tensile cord dari kerusakan
awal (retak, sobek, tercemar oli/air/udara). Backing juga menghasilkan
ketahanan aus yang baik pada saat timing belt bergesekan dengan idler.
Teeth – gigi timing belt dicetak menyatu dengan
backing menghasilkan ketahanan terhadap gaya geser. Dibentuk sesuai standar
gigi dengan akurasi tinggi sehingga gigi timing belt duduk dengan baik di
pulley.
Tensile Cord – Menghasilkan kekuatan tarik yang
tinggi dan fleksibel dan tahan terhadap kejutan.
Facing – Lapisan dengan koefisien gesek yang kecil,
melindungi permukaan Gigi timing belt terhadap gesekan dan keausan
III.3. JENIS JENIS
BELTING
Belting (talisawat) bukan sahaja digunakan pada sistem penyejukan dan pengecasan tetapi digunakanjuga untuk sistem enjin, sistem penyaman udara dan juga sistem steering kuasa.
Fungsi & Struktur Binaan Belting
a) Belting digunakan dalam sistem enjin, air-cond
system, charging system, cooling system dan system power steering.
b) Belting berfungsi menerima geseran yang tinggi daripada
pemindahan kuasa putaran Crank shaft pully kepada pully-pully lain yang
bersambung dengannya tanpa tergelincir atau terseret.
c) Ia mestilah boleh melentur mengikut lenggokan pully
dan tahan kepada suhu kepanasan yang tinggi.
d) Bahan asasnya terdiri daripada lembaran benang atau dawai
yang digunakan sebagai menambahkan ketahanan belting.
Jenis-jenis Belting
1) Conversional V-Belt (alur V-tunggal).
Biasanya digunakan untuk memusingkan pam
air dan penjana arus.Saiz belting diukur pada lilitan X lebar:contohnya 900 x
9.5 .Lebar maksima untuk pacuan alatan di atas ialah 11mm. Belting selebar 13
mm digunakan untuk memacu pemampat penyaman udara atau pam steering kuasa.
Apabila komponen-komponen berjauhan
atau sempit dari crank shaft pulley maka belting yang panjang diperlukan untuk
menghubungkannya.Dengan ini tensioner/pemegang adalah diperlukan juga untuk
mengelak libasan belting bagi menentukan pemindahan putaran yang positif.
2) Cogged
V-Belt (Alur ‘V’ berbilang) dan Multi ribbed.
Alur ‘V’ berbilang menggantikan
penggunaan alur V tunggal dengan tujuan untuk mendapatkan geseran yang tinggi
supaya pemindahan pacuan dapat dioptimumkan. Ia adalah belting yang lebar,
nipis dan berbilang alur yang bertindak sebagai beberapa V yang kecil.
Saiz belting ini diukur pada lilitan
dan bilangan alur V.Lapisan belakang belting dimajukan untuk digunakan sebagai
landasan ketegangan apabila tensioner/pemegang dikenakan terhadapnya.
3)
Corrugated belt.
Corrugated belt adalah
timing belt digunakan untuk memindahkan kuasa pusingan crankshaft
Saiz lilitan dan lebar
ditentukan oleh pihak pembuat dan biasanya di tukr pada jarak 60000km hingga
100000km.
BAB III
LANGKAH KERJA
LANGKAH KERJA
III.1. ALAT DAN BAHAN
1.
1 set engine stand diesel.
2.
tool sheet
3.
kunci nipple 17
4.
Trecker 3
III.2. LANGKAH PEMBONGKARAN

Ø
buang air radiator
Ø
Lepaskan radiator dari stand
Ø
buka cover bagian atas timing belt
Ø
putar pully engkol tepatkan tanda pada pully
engkol, roda gigi poros nok dan roda gigi pompa injeksi
Ø
lepaskan pully engkol dengan tracker.
Ø
lepaskan cover bagian bawah timing belt
Ø
kendorkan tensioner penegang timing belt
Ø
lepaskan timing belt

III.3. LANGKAH PEMERIKSAAN

Ø
Bersihkan semua komponen dengan kain kering,
jangan gunakan minyak atau air sabun
Ø
bersihkan juga semua komponen dari oli
Ø
periksa keadaan dari timing belt, permukaan
retak atau terjadi keausan pada ragi timing belt
Ø periksa
keadaan tensioner timing belt. Keausan bearingnya( bila terjadi keausan pada
bearingnya lakukan penggantian)

III.4. LANGKAH PEMASANGAN
Ø
pasang crank shaft sprocket pada crank shaft
Ø pasang
crank shaf sprocker dan kencangkan flange bolt dengan momen pengencangan sesuai spesifikasi.
Ø
pasangkan injection pump sprocket dan kencangkan
nut
Ø
pasang flange pada injectin pump sprocket
Ø
pasang tensioner, tensioner spring dan tensioner
spacer. Geser tensioner water pump dan tahan pada posisinya
Ø
luruskan setiap tanda pada ketiga buah sprocket
Ø
terlebih dahulu masukkan timing belt pada
crankshaft sprocket, lalu injectin pump sprocket cenderung untuk berputar. Oleh
karena itu masukkan belt,tahan sprocket tidak berputar
Ø
bila menggunakan belt lama, cocokkan tanda panah
yang terbuat pada saat melepaskan sesuai
arah putaran
Ø
setel tegangan belt
Ø
pasang timing belt cover
Ø
pasang crankshaft pully, washer dengan b



BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari
praktek yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya yaitu:
1.
Timing belt berfungsi menggerakakan roda gigi dan roda gigi pompa injeksi
2.
Apabila timing belt longgar akan mengakibatkan loncatan
pada gigi yang mengakibatkan mesin mati total.
Timing belt memiliki berbagai macam
tipe dan jenis, sesuai dengan kebutuhan kendaraan tersebut.




Titanium D Edge Guide | Collectible Games - TITNIA
BalasHapusOne titanium vs stainless steel apple watch of the micro touch titanium trim where to buy most popular ways to get around for yourself is a titanium oxide ti89 titanium calculator coated 2016 ford fusion energi titanium with metal that is burnt titanium easily and easily rolled into your